Ketika Zulhas di pojokkan tidak ada yang membelanya, saat salah satu tokoh pendiri PAN di sudutkan tentang masalah kasus suap, hanya Zulhas lah yang berani memberikan kesaksian bahwa Amien Rais tidak ada sangkut pautnya tentang masalah tersebut.

Begitulah politik yang terkadang musuh menjadi teman, dan teman menjadi lawan. Akan tetapi dari semua itu hal yang berbahaya dalam gerakan politik adalah adanya suatu gerakan yang tidak terlihat, namun bisa menusuk tajam di punggung seorang teman, rekan atau koalisi dalam politik.

Hal ini dikuatkan pada Rakernas yang ke Lima PAN, Amien Rais begitu tidak memberikan pidatonya dan orasinya hanya untuk menyindir dan menyudutkan Zulkifli Hasan yang  meraka percaya bahwa Zulhas gagal dalam Pileg 2019. Maka dari itu dia berencana untuk membangun dinasti politik dengan mendorong anaknya Hanafi Rais untuk menduduki kursi wakil ketua PAN.

Namun Zulhas memiliki dukungan lebih dari 32 DPD untuk maju kembali sebagai ketua PAN. Akan tetapi ramai di berita online dan sosial media menyudutkan Zulhas karena masalah-masalah yang seharusnya sudah clear sejak awal, pemanggilan KPK sudah ia laksanakan dan tidak ditemukan bukti bahwa Zulhas bersalah walaupun adiknya di tangkap oleh KPK, dia memiliki rasa keadilan tinggi, dia pun tidak turut campur dengan proses hukum, Zulhas merasa hukum memang harus di tegakkan karena hal ini menyangkut banyak orang dan kepentingan masyarakat di pertaruhkan.